Assalamualaikum
Selamat Pagi semua . Pada kesempatan kali ini
saya akan memberikan sedikit ilmu yang mungkin bermanfaat bagi kalian.
Cekkibroootttzzzz
Dynamic
Host Configuration Protocol atau sering di sebut dengan DHCP, merupakan suatu aplikasi di linux yang
berfungsi untuk memberikan IP Address secara otomatis. Misalkan dalam jaringan memiliki 1000
PC/Client, jikalau kita tidak mau
repot-repot mengatur IP Address Secara manual sehingga membuat kita lelah
mungkin kita bisa menginstall Aplikasi ini di Linux/Windows server.
Berikut
adalah step by step menginstall Dynamic Host Configuration (DHCP) pada Linux Debian
Server 6.0.5
1.
Petama
tama Login ke root terlebih dulu, dan yang harus terpasang adalah konfigurasi
jaringan nya terlebih dahulu. Mungkin bagi yang belum paham bisa di lihat
disini = > http://it-network-enginer.blogspot.com/2013/05/konfigurasi-router-debian-server-605.html
2. Install
DHCP server nya dengan ketikan perintah “apt-get install dhcp3-server” Lalu
tekan “Y”
3.
Selanjutnya
masuk ke konfigurasi dhcp dengan ketikan perintah “nano /etc/dhcp/dhcpd.conf”
Lalu
cari cari kata “# A Slightly different configuration for an internal subnet.”
Tanpa tanda petik.
4.
Hapus
tanda “#” dan rubah seperti pada gambar di bawah ini
KET:
-subnet adalah network pada IP eth1 dan netmask adalah netmask IP eth1
-range adalah jarak yang kita inginkan; misal 192.168.10.x - 192.168.10.x (x adalah 2 - 254)
-option-domain-name-server adalah IP public yang di berikan ISP
-option-domain-name adalah domain yang kita pakai
-option router adalah gateway IP eth1
-option broadcast adalah broadcast pada eth1 (255 diubah menjadi 254)
-default-lase-time adalah batas waktu yang digunakan
-max-lase-time adalah waktu maksimal yang di gunakan
5. Langkah berikutnya masuk ke ISC DHCP SEVER untuk mengaktifkan ethernet berapa yang di pakai dengan cara ketikan perintah berikut “nano /etc/default/isc-dhcp-server. Lalu cari kata INTERFACES=”” Lalu isikan ethernet berapa yang di pakai. Lihat pada gambar di bawah ini.
-subnet adalah network pada IP eth1 dan netmask adalah netmask IP eth1
-range adalah jarak yang kita inginkan; misal 192.168.10.x - 192.168.10.x (x adalah 2 - 254)
-option-domain-name-server adalah IP public yang di berikan ISP
-option-domain-name adalah domain yang kita pakai
-option router adalah gateway IP eth1
-option broadcast adalah broadcast pada eth1 (255 diubah menjadi 254)
-default-lase-time adalah batas waktu yang digunakan
-max-lase-time adalah waktu maksimal yang di gunakan
5. Langkah berikutnya masuk ke ISC DHCP SEVER untuk mengaktifkan ethernet berapa yang di pakai dengan cara ketikan perintah berikut “nano /etc/default/isc-dhcp-server. Lalu cari kata INTERFACES=”” Lalu isikan ethernet berapa yang di pakai. Lihat pada gambar di bawah ini.
6. Langkah
terakhir jalankan DHCP SEVER dengan ketikan perintah “/etc/init.d/isc-dhcp-server
restart” lakukan secara 2 kali, jika berhasil maka akan seperti pada gambar di
bawah ini:
7. Untuk memastikan DHCP SERVER sudah terhubung ke Client, Maka kita cek Pada Local Area connection nya.. jika berhasil maka seperti pada gambar di bawah ini..
Oke Sekian Dari saya semoga bermanfaat.. selamat berakhir pekan :)
http://it-network-enginer.blogspot.com/



No comments:
Post a Comment